Permohonan Sengketa Dony Mulyana-Yayat Rustandi Ditolak

Selasa, 27-02-2018 22:14 WIB    154 VIEWS
Permohonan Sengketa Dony Mulyana-Yayat Rustandi Ditolak

WARTABANDUNG.COM: Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung menyatakan, permohonan sengketa yang diajukan oleh bakal calon pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Dony Mulyana - Yayat Rustandi ditolak seluruhnya. Sebelumnya pasangan Duriat ini melakukan gugatan karena tak lolos verifikasi faktual oleh KPU Kota Bandung.

Ketua Panwaslu Kota Bandung, Farhatun Fauziyah mengatakan, keputusan itu sudah berdasarkan pertimbangan. Mulai dari saksi-saksi dan alat bukti yang dihadirkan selama persidangan baik dari pemohon dan termohon. 

"Setelah kami kaji dan olah untuk seluruh saksi pemohon dan termohon, dan juga bukti itu kesimpulannya kami menolak seluruhnya," ucapnya di Kantor Panwaslu Kota Bandung, Jalan Leo, Senin (26/2/2018). Dilansir Galamedia 

Ia mengatakan, bukti-bukti tersebut yang dihadirkan selama persidangan meliputi dua hal yaitu berupa berita acara dan surat keputusan KPU. Fauziah mengatakan, yang menjadi persoalan dalam gugatan tersebut yakni terkait formulir dukungan B1-KWK. Formulir ini merupakan surat pernyataan dukungan bagi calon perseorangan terhadap calon.

Dia mengatakan, selain itu juga ditemukan ketidakkesesuaian antara NIK dengan data dukungan yang ada saat diperiksa di Disdukcapil Kota Bandung. Sehingga mereka yang mendukung secara administrati bukan merupakan warga kota Bandung. Sebab tidak ada datanya di Kota Bandung. "Langkah kedepan, kita masih memberi kesempatan kepada pemohon untuk mengajukan banding ke PTUN tiga hari sejak putusan ini," ucapnya.

Banding ke PTUN

Sementara itu, menanggapi keputusan tersebut, pihak pemohon yakni bakal calon Wali Kota Bandung, Dony Mulyana mengaku tidak puas. Oleh karena dalam tiga hari kedepan ia akan naik banding ke PTUN Bandung.

"Karena kita ini semuanya sidang berdasarkan saksi dan bukti. Ini kan jelas tidak bisa memberikan bukti apa yang kita inginkan bukti itu tidak ada," katanya.

Ia menyebut, KPU Kota Bandung jelas-jelas telah menyalahi prosedur. Ia dan wakilnya sudah dua kali memenuhi syarat, sementara pada tahap verifikasi faktual terjadi penghangusan suara terstruktur, sistematis dan masif. 

Ketua Umum Komnas Pilkada Independent sekaligus kuasa hukum Duriat, Yislam Alwini, menambahkan, pihaknya merasa dirugikan oleh KPUD Bandung dalam pelaksanaan Pilwalkot. Yislam menuturkan, pihak Duriat akan melakuan banding ke PTUN dalam tiga hari mendatang dengan membawa sejumlah bukti. Di tahapan banding, ia mengaku tetap optimistis bisa dikabulkan."Banding kita tetap optimis, kita berpijak pada kebenaran aturan," katanya.

Sebelumnya, pasangan pasangan independen ini dinyatakan tidak lolos oleh KPU Kota Bandung. Alasannya karena syarat pencalonan berupa dukungan minimal sekitar 110 ribu KTP tidak terpenuhi. Hal itu berdasarkan hasil verifikasi, dari 116.970 dukungan yang diberikan, hanya 7.037 yang memenuhi persyaratan. Sehingga masih kurang. (**)