Mobil Ditarik, Ormas Manggala Gelar Aksi Dikantor U Finance

Kamis, 01-03-2018 21:31 WIB    422 VIEWS
Mobil Ditarik, Ormas Manggala Gelar Aksi Dikantor U Finance

Bandung-JABARNEWS.ID: Kasus penarikan kendaraan bermotor dengan cara pemaksaan dan penganiayaan oleh debt collector terhadap konsumen yang mengalami kredit macet pembayaran cicilan kendaraan bermotor terus terjadi.

Penarikan atau perampasan kendaraan bermotor itu tidak hanya terjadi di rumah-rumah nasabah, tapi kerap terjadi saat kendaraan tersebut dikendarai nasbah di jalan. Layaknya pelaku kejahatan “begal” pihak “debt collector” mengambil secara paksa kendaraan yang sedang dikendarai.

Untuk itu Ormas Manggala mengadakan unjuk rasa di depan kantor lising U Finance, kamis 1 Maret 2018,karena pihak lising telah se enak nya saja mengambil kendaraan nasabahnya di jalanan.

Kejadian itu dialami oleh korban bernama Amrina rosyada yang sudah satu bulan lebih telat membayar cicilan kendaraanya, tiba-tiba Amrina diberi surat dari lising dan dipaksa untuk menandatangani surat yang disodorkan pihak Dept colector dengan paksaan, Akhirnya kendaraan nya di rampas di jalan.

Namun sebenarnya, pengambilan kendaraan secara paksa oleh perusahaan pembiayaan kredit (leasing) melalui jasa pihak ketiga adalah perbuataan melanggar hukum. Menurut Undang-undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, hak eksekusi adalah kewenangan pengadilan, bukan kewenangan penjual jasa penagih hutang yang kerap disewa pihak leasing. Banyak masyarakat terutama konsumen kredit kendaraan bermotor belum mengetahui aturan itu, akibatnya masyarakat hanya pasrah saat pihak leasing mengambil kendaraannya secara paksa.

Selain itu Kementerian Keuangan telah mengeluarkan PMK No. 130/PMK.010/2012 tentang Pendaftaran Fidusia Bagi Perusahaan Pembiayaan.

Dimana, perusahaan leasing dilarang menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang mengalami penunggakan pembayaran kredit kendaraan. Dengan telah diterbitkannya peraturan Fidusia tersebut, maka pihak leasing tidak berhak untuk menarik atau mengambil kendaraan Anda secara paksa. Adapun bentuk penyelesaian terhadap nasabah yang lalai dalam melakukan pembayaran kewajiban atas beban cicilan kendaraan diselesaikan melalui jalur hukum. Atas kejadiaan tersebut pihak U Finance lewat sdr. Stanley menyanggupi untuk mengembalikan kendaraan kepada konsumen nya.

Penulis : Wahyu Mulyana

Editor: Hakim Nur

Foto: Wahyu M