KOBOY KAMPUS "Understanding The Panasdalam"

Kamis, 10-05-2018 13:56 WIB    281 VIEWS
KOBOY KAMPUS

WARTABANDUNG.COM: Sebagai langkah awal keterlibatan di dunia hiburan, 69 Production bangga bisa bekerjasama untuk mewujudkan karya film yang diangkat dari pengalaman kuliah seniman sebesar Pidi Baiq.

Film ini akan menampilkan kehidupan mahasiswa senirupa ITB yang terjadi pada era tahun 1995 hingga dimulainya era reformasi pada tahun 1998, dibalut dengan sajian-sajian humor yang segar. 

Film yang didukung oleh profesional perfilman dari Bianglala Productions dan The Panasdalam Movie, diharapkan dapat memeriahkan industri perfilman yang sekarang  semakin semarak.

Synopsis

Ini adalah cerita nyata yang terjadi antara tahun 1995 sampai 1998, di masa pemerintahan Orde Baru sedang digoyang oleh adanya gerakan mahasiswa yang menuntut terjadinya reformasi. Di mana di saat yang sama terdapat lima orang mahasiswa senirupa ITB yang memiliki cara lain di dalam menyikapi situasi dan keadaan Indonesia di masa itu. Ketimbang ikut-ikutan demo, mereka memilih memisahkan diri dari NKRI dan mendirikan sebuah negara sendiri berukuran 8x10m di lantai dua gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (FSRD-ITB). Negara itu diberi nama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam. Penduduknya sebanyak 18 orang, yang tak lain adalah kawan-kawan mereka sendiri.

Negara ini dibentuk oleh PIdi Baiq yang kemudian mengangkat dirinya sendiri sebagai imam besar The Panasdalam. Imam besar The Panasdalam memiliki hak penuh di dalam memilih dan menentukan presiden. Presiden yang terpilh saat itu adalah Deni Rodendo. Alasan Imam besar memilih Deni adalah karena Deni dianggap satu-satunya presiden di dunia yang hapal nama penduduknya. Itu prestasi.

Imam besar juga membentuk Dewan Syuro untuk menjadi partner di dalam menentukan arah kebijakan negara The Panasdalam. Ketua dewan syuro yang diangkat oleh Imam Besar pada saat itu adalah Ninuk. Alasan memilih Ninuk adalah, karena Ninuk mau menjadi ketua Dewan Syuro.

Tahun 1998, setelah Bapak Suharto lengser, Imam Besar memprakarsai diadakannya Muktamar The Panasdalam, yang diadakan di Dago Tea Huis. Tujuan Muktamar adalah untuk menentukan apakah setelah Bapak Suharto turun, The Panasdalam tetap akan menjadi Negara atau bergabung lagi dengan NKRI?. (**)