Moko di Diponegoro Akibatkan Kemacetan Lalu Lintas

Senin, 11-06-2018 05:48 WIB    72 VIEWS
Moko di Diponegoro Akibatkan Kemacetan Lalu Lintas

WARTABANDUNG.COM: Kemacetan di Jalan Diponegoro salah satunya disebabkan keberadaan mobil toko atau biasa disebut Moko. Jalan Diponegoro yang merupakan zona larangan parkir, digunakan pedagang untuk berjualan sehingga sering terjadi penumpukan aktivitas di zona tersebut yang berdampak pada kepadatan di sepanjang Jalan Layang Pasopati.

Menyikapi kemacetan di Jalan Diponegoro yang sudah padat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya menertibkan Moko. Sudah dua hari Pemkot melalui tim gabungan, melakukan operasi penertiban, yaitu pada Kamis (7/6/2018) dan Jumat (8/6/2018).

“Kita akan siagakan anggota. Apalagi kemacetan di sekitar Jalan Diponegoro sudah padat sekali,” tegas Kepala Seksi Pengaturan Transportasi Bidang Pengendalian dan Ketertiban Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Khairul Rijal usai operasi penertiban pada hari pertama, Kamis (7/6/2018).

Pada penertiban tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Satpol PP Kota Bandung, polisi dan TNI menindak satu unit Toyota Avanza yang berjualan di Jalan Diponegoro. Selain itu, tim juga mengangkut 10 sepeda motor yang parkir di atas trotoar.

Rizal mengatakan, banyak pedagang yang memanfaatkan mobil pribadi untuk menjajakan barang dagangannya. Saat ini pedagang seperti kucing-kucingan dengan petugas, mereka berjualan saat petugas tidak melakukan operasi.

"Mereka tampaknya sudah mengetahui rencana penertiban, ia menduga, para pedagang sudah mengetahui rencana penertiban, sehingga saat petugas ke lapangan, tidak menemukan moko yang kerap berjejer di sepanjang Jalan Diponegoro. Seperti kucing-kucingan, saat kami cek ke lapangan mereka tidak menjajakan dagangannya,” ungkapnya.

Menurutnya, pedagang yang menggunakan moko sudah melanggar tiga Peraturan Daerah (Perda). Pertama, melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perhubungan dan Retribusi di Bidang Perhubungan. “Pelanggaran karena Jalan Dipnegoro adalah zona larangan parkir,” katanya.

Kedua, lanjutnya, pelanggaran terhadap Perda Nomor 3 Tahun 2005 karena moko berjualan di zona merah. Sepanjang Jalan Diponegoro merupakan kawasan merah dan terlarang untuk kegiatan berdagang.(Humas Bandung)

Pelanggaran ketiga, Moko menggunakan mobil pribadi untuk menjajakan dagangannya. Dengan demikian, pedagang sudah melanggar karena menjadikan mobil pribadi tidak untuk peruntukannya.