Menakar Kemacetan Kota Bandung

Kamis, 30-08-2018 11:01 WIB    303 VIEWS
Menakar Kemacetan Kota Bandung

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia Kota Bandung tak luput dari berbagai permasalahan kota besar. Seiring pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk, ada masalah urgen yang belum terurai, yaitu kemacetan di jalan raya. Kota Bandung mengalami kemacetan luar biasa baik pada pagi maupun sore hari.  Pun di hari libur, kemacetan di  Kota Bandung hampir tidak pernah terelakan. Kejadian berulang setiap hari, bahkan semakin hari semakin menjadi.

Luas wilayah Kota Bandung yang tidak bertambah, berbanding terbalik dengan jumlah penduduk yang cenderung meningkat. Tentunya ini menjadi andil semakin padatnya Kota Bandung. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan  luas wilayah Kota Bandung adalah 167,31 kilometer persegi. Adapun jumlah penduduk Kota Bandung hasil Sensus Penduduk 2010 sebanyak 2.394.873 jiwa. Jika dilihat dari data Proyeksi Penduduk Indonesia 2012 – 2017 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, menggambarkan bahwa penduduk Kota Bandung mengalami kenaikan yang signifikan. Rata-rata pertumbuhan setiap tahun berada pada kisaran 0,50 persen. Ada penambahan penduduk sebanyak 103.065 jiwa dalam kurun waktu tujuh tahun.

Kepadatan penduduk di Kota Bandung semakin terasa di pagi hingga sore hari. Mobilitas penduduk dan kendaraan sangat terasa di jalan raya. Meningkatnya jumlah kendaraan ternyata tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah dan panjang jalan. Masuk akal bila masalah kemacetan tidak akan pernah usai. Data dinas yang dihimpun dalam Bandung Dalam Angka menyatakan panjang jalan di Kota Bandung sekitar 1.236,48 kilometer. Relatif stagnan setiap tahun. Berbeda dengan jumlah kendaraan bermotor roda empat dan roda dua yang meningkat lebih dari 12 persen dalam dua tahun. Meningkat dari 1.617.022 unit pada tahun 2015, menjadi 1.811.498 unit di tahun 2017.

Arus mobilitas penduduk dan kendaraan dengan sarana terbatas kiranya merupakan penyebab kita semakin merasakan kemacetan. Belum lagi, sebagai kota tujuan wisata  mobilitas ini semakin meningkat. Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mencatat lebih dari lima juta wisatawan datang ke Kota Bandung.

 

Komuter Bandung Raya

            Adanya komuter juga mewarnai aktivitas jalan raya di Kota Bandung. Komuter atau penglaju adalah seseorang yang melakukan kegiatan bekerja/sekolah/kursus di luar kabupaten/kota tempat tinggal dan secara rutin pergi dan pulang (pp) ke tempat tinggalnya pada hari yang sama. Komuter Bandung Raya meliputi penduduk yang tempat tinggal dan aktivitasnya berada di sekitar Bandung Raya yaitu meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Cimahi.  Hasil Survei Komuter (BPS,2017) menunjukkan jumlah komuter Kota Bandung yang berkegiatan utama di luar Kota Bandung ada sebanyak 86 ribu orang. Adapun komuter yang berasal dari luar Kota Bandung yang berkegiatan utama di Kota Bandung sebanyak 361 ribu orang.

Sekitar  72 persen komuter ini menggunakan moda transportasi sepeda motor untuk pergi dan pulang ke/dari tempat kegiatan utamanya. Hanya 12 persen saja yang menggunakan kendaraan umum. Ini gambaran penting bagi pemerintah di Bandung Raya.

Kemudahan untuk beraktivitas dimana tidak terkendala lagi dari sisi transportasi, harapan semua warga. Kita bisa berkaca ke negara maju. Sistem transportasi di negara-negara maju tersebut yang menggunakan subway, yaitu kereta bawah tanah yang menjangkau seluruh bagian wilayah tanpa hambatan. Bukan tidak mungkin Kota Bandung yang cantik ini bisa seperti kota-kota di negara maju tersebut.

Perkembangan transportasi massal berbasis kereta ringan atau yang mempunyai julukan LRT (Light Rail Transit) perlu segera direalisasikan.. Tidak hanya di Kota Bandung, tetapi sudah terintegrasi se Bandung Raya. Kenapa? Karena mobilitas penduduk Bandung Raya mewarnai hari-hari di Kota Bandung.

Kiranya kiprah gubernur Jawa Barat yang baru  sangat dinantikan demi terwujudnya mimpi masyarakat Kota Bandung. Koordinasi, kerjasama dan sinergitas para pemimpin Bandung Raya dengan komando Gubernur Jawa Barat bisa segera terwujud dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kota Bandung dan sekitarnya. **

Oleh: Juli Triani (Statistik Muda di BPS Provinsi Jawa Barat)