Viking Desak PT PBB Ajukan Banding Soal Sanksi dari Komdis PSSI

Rabu, 03-10-2018 10:43 WIB    26 VIEWS
Viking Desak PT PBB Ajukan Banding Soal Sanksi dari Komdis PSSI

WARTABANDUNG.COM: Ketua Umum Viking Persib Club (VPC) Heru Joko mendesak PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) segera menganjukan banding atas sanksi yang dijatuhkan PSSI baik kepada tim maupun suporter (Bobotoh). Menurutnya, putusan sanksi yang dialamatkan kepada Maung Bandung tidak bijaksana.

"Tidak bijaksana yah, sebagai bapak, tidak bersikap benar, sanksinya membuat kita bukan harusnya bijaksana, membuat jera tidak segitunya. Semoga pengurus Persib segera mengajukan banding," ujar Heru via sambungan telepon, Selasa (2/10/2018).

Federasi sepak bola Indonesia, PSSI telah mengumumkan sanksi untuk Persib Bandung terkait insiden tewasnya suporter jelang laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta 23 September 2018 lalu. Dari hasil sidang Komisi Disiplin, disimpulkan ada beberapa pelanggaran kode disiplin yang dilakukan tim kebangaan bobotoh ini.

Adapun hukuman yang dialamatkan kepada Persib dari mulai pertandingan home dan away di Kalimantan, larangan penonton sampai pertengahan kompetisi musim 2019, hingga menghukum ketua panitia pelaksana pertandingan dan security officer berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama dua tahun.

Ditanya apakah akan ada gerakan dari Bobotoh khususnya Viking Persib Club, Heru masih menunggu hasil banding dari manajemen PT PBB. Jika putusan tersebut masih tidak sesuai dengan ekspetasi, Bobotoh akan melakukan aksi.

"Menunggu pengurus Persib banding, nanti kalau hasilnya enggak bagus kita akan adakan gerakan," katanya.

Heru pun menganggap hukuman yang dijatuhkan tersebut tidak adil. Apalagi yang menyangkut sanksi kepada Bobotoh. Meski terjadi peristiwa yang getir di laga Persib lawan Persija, namun pengeroyokan itu dilakukan segelintir oknum yang mengatasnamakan suporter Persib.

"Kita viking sudah mulai berubah, panpel juga sudah bagus. Harusnya sanksinya yang membuat jera tapi yang pas," ucapnya. (**)