Banjir Hebat Kembali Landa Pagarsih

Senin, 26-11-2018 23:05 WIB    34 VIEWS
Banjir Hebat Kembali Landa Pagarsih

WARTABANDUNG.COM: Cuaca ekstrim yang terjadi di Kota Bandung, menimbulkan kemacetan di sejumlah titik. Salah satu kawasan yang menjadi langganan banjir yakni Kawasan Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar.

Berdasarkan pengamatan banjir yang terjadi hampir mencapai dada orang dewasa, terutama ketika di ruas jalan Pagarsih. Selain itu, walau banjir tidak terlalu lama, namun sempat masuk ke rumah warga disekitar kawasan tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Dedi (45) mengatakan bahwa banjir mulai terjadi tidak lama ketika hujan deras datang, yakni sekitar pukul 14.00 WIB. Banjir tersebut sempat masuk kerumahnya sehingga keluargnya segera menyelamatkan barang-barang yang dapat rusak jika tergenang air.

"Memang hujannya cukup deras, bahkan sampai masuk ke rumah. Tapi enggak lama langsung surut lagi, sekitar pukul 15.30 WIB," ungkapnya di Kawasan Pagarsih, Kota Bandung, Senin (26/11).

Hal senada disampaikan Ketua Rw 02 Kelurahan Cibadak, Cepi Setiawan mengatamakan terdapat 40 rumah dari warganya, yang mengalami banjir. Karena banjir yang terjadi sudah melebih batas jalan, dan akhirnya masuk ke rumah warga.

"Memang kalau banjir citepus pagarsih sesudah naik, air langsung surut dan yang tertinggal hanya lumpur dan sampah. Setelah dibangun gorong-gorong malah tambah parah" ujarnya.

Menurutnya, rumah warga yang terendam banjir tidak hanya di RW nya saja, tetapi juga di Rw lain seperti RW 6,7 dan 8. Walau tidak memiliki data pasti, diperkirakan ada ratusan rumah yang terkena dampak banjir tersebut.

"Ada beberapa RW yang rumahnya terkena banjir, bisa seratus rumah udah kena," katanya.

Disinggung terkair tol air pagarsih, lanjutnya, tidak memberikan dampak yang signifikan dalam meminimalisir banjir di kawasan tersebut. Karena hanya memindahkan banjir, yang walau di jalan berkurang namun berimbas pada aliran air di belakang rumah warga.

"Sebenarnya banyak warga yang mengalami kehilangan harta benda dan kerugian karena banjir ini. Ini sangat menjengkelkan warga, karena banjir yang kami terima berasal dari atas (KBU)," ucapnya.

Lebih jauh, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terkait masalah banjir pagarsih. Namun yang diupayakan hanya meninggikan kirmir, yang kurang memberikan manfaat dalam meminimalisir banjir. (**)