Terlibat Suap, Eks Kadis Indag KBB Dihukum 5 Tahun Penjara

Senin, 17-12-2018 17:20 WIB    50 VIEWS
Terlibat Suap, Eks Kadis Indag KBB Dihukum 5 Tahun Penjara

KBB-WARTABANDUNG.COM: MANTAN Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Weti Lembanawati dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung. Ia dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berupa menerima suap.

Selain hukuman badan, Weti juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Tak hanya itu, Weti pun diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 20 juta lebih, jika tidak dibayar maka diganti dengan hukuman 3 bulan penjara.

Hal itu terungkap dalam sidang dengan agenda putusan, yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Senin (17/12/2018). "Mengadili, menyatakan terdakwa Weti Lembanawati terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama pasal 12 Huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Menjatuhkan hukuman selama 5 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim, Fuad Muhammady membacakan amar putusan.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan hal memberatkan, terdakwa tidak berperan aktif mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi dan tidak memberikan teladan kepada ASN.

"Untuk hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya dan mememiliki tanggungan keluarga dan mengakui dan menyesali perbuatannya," terangnya.

Vonis yang diterima Weti lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Sebelumnya, jaksa menuntut Weti dengan hukuman selama 7 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain Weti, vonis juga dijatuhkan kepada eks Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Adiyoto. Ia dihukum 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Sebelumnya, Adiyoto oleh jaksa dituntut hukuman selama 6 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Atas hukuman yang dijatuhkan majelis hakim, terdakwa Weti menyatakan menerima, sementara Adiyoto pikir-pikir. Di sisi lain, JPU KPK menyatakan pikir-pikir.

Seperti diketahui, Weti dan Adiyoto menjadi terdakwa dalam perkara suap Pilkada untuk kepentingan  pencalonan Elin Suharliah, istri eks Bupati Bandung Barat, Abubakar. Terdakwa dinyatakan terbukti menjadi perantara dan meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah. 

Mereka ditugaskan Abubakar untuk menghimpun uang dari Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan jumlah bervariasi mulai Rp 10 juta sampai Rp 60 juta. (**)