Oded Dukung Karya yang Lahir di Kota Bandung

Sabtu, 05-01-2019 19:05 WIB    21 VIEWS
Oded Dukung Karya yang Lahir di Kota Bandung

WARTABANDUNG.COM: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung karya-karya yang lahir di kota ini, termasuk film Preman Pensiun yang banyak mengangkat sisi kultur dan kearifan lokal Bandung.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengungkapkan hal itu saat menerima pemain Film Preman Pensiun yang berkunjung ke Balai Kota Bandung, Kamis (3/1/2019). Kunjungan tersebut sekaligus untuk mempromosikan film tersebut yang akan tayang di bioskop pada 17 Januari 2019 mendatang. Menjelang tanggal penayangan, pemain dan crew film akan berpromosi di Kota Bandung mulai hari ini hingga 8 Januari 2019 mendatang.

“Sebagai Wali Kota Bandung, kalau ada warga Bandung yang memohon untuk mendapat dukungan dalam karya mereka, tentu saya harus mendukung,” tutur Oded.

Oded melihat Film Preman Pensiun sangat luar biasa, karena sudah mengangkat muatan lokal tentang potensi Kota Bandung. "Mereka sudah mengangkat kultur budaya Bandung, saya tentu mengapresiasi,” katanya.

Di sisi lain, ia berharap akan muncul karya-karya film lain yang mengangkat latar di Kota Bandung. Kota Bandung kaya akan lokasi unik yang cocok untuk perfilman. “Saya berharap tentu saja nanti ini menjadi sebuah role model untuk para sutradara yang lain, dan insan film yang lain bisa mengikuti. Di Bandung itu banyak yang bisa diangkat. Tinggal pinter-pinter para sutradara melihat momen dan potensi di Kota Bandung,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap karya warga Kota Bandung, Oded berencana menonton langsung film berdurasi 90 menit itu bersama keluarganya. Tak lupa, ia juga mengimbau seluruh warga Kota Bandung, terutama para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turut menonton.

Sementara itu sutradara dan penulis film Preman Pensiun, Aris Nugraha mengatakan, mempromosikan fFilm Preman Pensiun langsung kepada warga Kota Bandung dengan berjalan kaki di berbagai titik di kota ini. Aris tidak menyiapkan kendaraan khusus, melainkan akan menggunakan angkutan kota (Angkot) jika jarak tempuh mulai agak jauh.

“Kita ingin ketemu langsung sama penonton, lebih ke ikatan batinnya, karena ngajaknya seperti ke saudara. Yuk nonton, yuk. Gitu,” ujar Aris di Balai Kota Bandung.

Film yang seluruhnya berlatar belakang Kota Bandung ini akan bercerita tentang kehidupan para mantan preman tiga tahun setelah pensiun. Lika-liku kehidupan para preman saat "kembali" ke masyarakat akan menjadi cerita yang membuat penonton penasaran.

“Film ini kelanjutan dari serial. Di serialnya sudah pensiun, nah ini tiga tahun setelah pensiun,” ucap Aris saat membocorkan sedikit sinopsis filmnya.

Humas Bandung