Terbukti Terima Suap, Eks Kalapas Sukamiskin Dihukum 8 Tahun Penjara

Senin, 08-04-2019 21:49 WIB    7 VIEWS
Terbukti Terima Suap, Eks Kalapas Sukamiskin Dihukum 8 Tahun Penjara

WARTABANDUNG.COM: Mantan Kepala Lapas Klas I Sukamiskin Bandung, Wahid Husein dinyatakan terbukti bersalah telah menerima suap dari sejumlah warga binaan. Suap yang diterima terkait pemberian kemudahan dan fasilitas bagi warga binaan selama menghuni lapas.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung menyatakan Wahid bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan primair Pasal 12 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUH Pidana.

"Mengadili, menyatakan terdakwa bersalah sesuai dakwaan primair. Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama selama delapan tahun, denda Rp 400 juta, subsidair empat bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim Dariyanto, saat membacakan amar putusannya, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Senin (8/4/2019).

Sebelum menjatuhkan hukuman, Majelis Hakim terlebih dahulu menyatakan sejumlah hal yang menjadi pertimbangan. Hal memberatkan, perbuatan terdakwa selaku aparat fungsional penegak hukum tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Perbuatan terdakwa juga dianggap merusak citra lembaga pemasyarakatan, khususnya lembaga pemasyarakatan korupsi.

Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, kooperatif, mengaku perbuatan dan menyesalinya. Selain itu, terdakwa juga sudah mengembalikan aset harta hasil penerimaan suap, menjadi tulang punggung keluarga dan cukup lama mengabdi sebagai PNS.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Wahid Husein itu lebih ringan dibandingkan tuntutan dari Penuntut Umum KPK. Sebelumnya, Penuntut Umum KPK memohon agar Wahid dijatuhi hukuman selama sembilan tahun penjara, denda Rp 400 juta subsidair enam bulan kurungan.

Atas hukuman yang dijatuhkan, terdakwa maupun Penuntut Umum KPK menyatakan pikir-pikir.

Dalam paparannya, Majelis Hakim menyatakan tindak pidana yang dilakukan terdakwa Wahid Husein dapat dibuktikan dengan pembuktian dari keterangan saksi dan alat bukti percakapan.

"Selaku Kepala Lapas menerima hadiah berupa sejumlah uang dan barang dari warga binaan Lapas Sukamiskin yang sebagian besar diterima terdakwa dari Hendry Saputra selaku staf umum merangkap sopir Kalapas Sukamiskin," kata Majelis Hakim.

Hadiah itu diterima dari Fahmi Darmawansyah, Fuad Amin Imron dan warga binaan lainnya. ‎Fahmi memberikan satu unit mobil double cabin Mitsubishi Truton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merek Kenzo, tas merek Louis Vuitton dan uang Rp 39,5 juta.

Sedangkan dari Fuad Amin total mendapat Rp 71 juta dan mendapatkan pinjaman mobil, dibayari menginap di hotel di Surabaya.

Majelis Hakim menambahkan, hadiah itu diberikan pada terdakwa seharusnya sudah diketahui karena terkait sesuatu berupa mendapatkan berbagai fasilitas istimewa di dalam lapas.

"Termasuk penyalahgunaan pemberian izin keluar dari Lapas Sukamiskin yang bertentangan dengan kewajiban Wahid Husen selaku Kepala Lapas Sukamiskin sebagaimana diatur di Undang-Undang Tentang Pemasyarakatan seta selaku penyelenggara negara," terangnya.

Seperti diketahui, Wahid Husein ditangkap KPK lewat operasi tangkap tangan (OTT). Selain Wahid, kasus ini juga menyeret Fahmi Darmawansyah, Andri Rahmat dan Hendry Saputra. Fahmi sudah divonis 3,5 tahun dan Andri Rahmat 3 tahun penjara.