GPII Jabar Kecam Tindakan Premanisme terhadap Kadernya di Kota Bandung

Kamis, 25-04-2019 15:08 WIB    104 VIEWS
GPII Jabar Kecam Tindakan Premanisme terhadap Kadernya di Kota Bandung

Konflik ormas Manggala Garuda Putih dan Pemuda Pancasila di Kota Bandung sangat meresahkan warga, pasalnya yang menjadi korban tidak hanya anggota ormas yang berselisih saja, tetapi menyasar yang lain juga.

Termasuk dua orang kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kota Bandung ikut menjadi korban tindakan kekerasan oknum ormas yang bertikai tersebut, keduanya dipukuli dengan brutal, bahkan terancam senjata tajam. Tepatnya hari Rabu siang, 24 April 2019, sekitar pukul 12.30 wib, Ronny Saepul Rahman (Ketua Pimpinan Daerah GPII Kota Bandung) bersama Dedy Safrudin (Kabid. Sospol PD GPII Kota Bandung) sedang mengendarai sepeda motor di sekitar jalan Braga Kota Bandung. Sempat mendengar keributan terjadi, bahkan melihat satu orang korban tergeletak di jalan, spontan keduanya berhenti untuk melihat situasi, namun ternyata malah diteriaki dan dituduh merekam kejadian. Puluhan anggota ormas yang sedang melakukan sweeping mengejar semua orang yang mendokumentasikan peristiwa siang itu.

Dua kader GPII termasuk yang ikut dikejar dan diseret paksa turun dari sepeda motor. Selain ada upaya perampasan handphone, mereka berdua harus menerima pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi, puluhan orang mengeroyok mereka berdua dengan membabi buta. Kedua kader GPII berhasil melarikan diri dan mendapat perlindungan dari pihak polisi yang mencoba mengamankan situasi, meskipun mengalami luka-luka yang cukup serius.

Keduanya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diobati dan menjalani visum, setelah itu membuat laporan ke Polrestabes Bandung atas dugaan tindak pidana kekerasan yang dialami, sesuai dengan pasal 170 ayat 01 KUHP. Pimpinan Wilayah (PW) GPII Jawa Barat mengecam keras tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum-oknum ormas yang bertikai terhadap dua kadernya. Bentrokan yang terjadi antara dua ormas ini terjadi di beberapa tempat di Kota Bandung dan menyasar juga korban tak bersalah.

Kondisi ini sangat mencemaskan, oleh karena itu PW GPII Jabar menyatakan sikap:

1. Menolak segala bentuk aksi premanisme di Kota Bandung.

2. Meminta pihak kepolisian menangkap dan menindak tegas pelaku penganiayaan sesuai aturan hukum yang berlaku.

3. Mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk bersikap dan berperan aktif menciptakan lingkungan yang kondusif, aman dan tentram bagi warganya.

4. Menghimbau semua stakeholder dan tokoh masyarakat untuk ikut serta mengecam aksi premanisme yang terjadi di kota Bandung.

5. Mengajak masyarakat untuk tetap waspada bila terjadi bentrokan susulan.

Irwan Sholeh Amir

(Ketua Umum PW GPII Jabar)

Taufik Rachmat Sudrajat

(Sekretaris Umum PW GPII Jabar)