Gagas Jabarprenership, GPII Audiensi Bersama Kadis KUKM Jabar

Rabu, 04-09-2019 19:34 WIB    80 VIEWS
Gagas Jabarprenership, GPII Audiensi Bersama Kadis KUKM  Jabar

BANDUNG 02/09/2019. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PW GPII) Jawa Barat melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi ke Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (Dinas KUK Jabar). Pengurus PW GPII Jabar diterima langsung oleh Kepala Dinas KUK Jabar, yaitu Dr. Kusmana Hartadji, MM.

Audiensi berjalan hangat dan penuh keakraban, apresiasi yang tinggi ditunjukkan kedua belah pihak. Irwan Sholeh Amir, Ketua Umum PW GPII jabar, mengawali pembicaraan. Irwan menyampaikan bahwa pada tahun 2018 data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi Jabar yang cukup tinggi sekitar 70,69, namun data ini tidak berbanding lurus dengan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Jawa Barat.

Di tahun yang sama, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merilis IPP di Indonesia, hasilnya IPP di Jawa Barat masih rendah, ada di peringkat 30, termasuk lima terbawah diantara seluruh provinsi dengan nilai 46,3. Tentu jika laporan Bappenas ini benar, sangat memperihatinkan, tambah Irwan.

Menurutnya, diantara indeks yang paling rendah adalah partisipasi pemuda dalam organisasi dan kepemimpinan, serta rendahnya wirausaha pemuda. Kondisi ini menggerakkan kami untuk berbuat sesuatu, oleh karena itu kami menggagas acara Jabarpreneurship dan Launching Pesantren Bisnis Pemuda Islam sebagai salah satu ikhtiar untuk meningkatkan IPP di Jawa Barat. Demikian paparan Irwan.

Pada kesempatan ini, PW GPII Jabar mengundang secara resmi Kadis KUK Jabar sebagai salah satu narasumber di agenda Jabarpreneurship. Sementara itu Kadis KUK Jabar mengapresiasi ikhtiar yang dilakukan PW GPII Jabar, sekaligus menanggapi perihal rendahnya IPP di Jabar. Baginya, rendahnya IPP di Jabar bisa kita counter atau kritisi, karena berbeda jauh dengan data IPM yang disampaikan BPS.

Beliau menjelaskan banyak program peningkatan wirausaha untuk pemuda di Jabar. Misalnya program One Pesantren One Product (OPOP), sudah 1.076 pesantren yang terlibat program ini, para penggeraknya adalah santri, tentunya santri ini ialah para pemuda. Banyak program menggunakan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi millenial atau usia muda.

Meski banyak program pemerintah provinsi yang mendukung peningkatan IPP, namun Kadis KUK berkepentingan untuk hadir di agenda Jabarpreneurship PW GPII Jabar. Berharap Jabarpreneurship bukan hanya sebatas acara seminar, melainkan sebuah gerakan untuk meningkatkan IPP di Jabar, terutama meningkatkan indeks partisipasi pemuda dalam organisasi dan wirausaha. Irwan menambahkan, bahwa agenda Jabarpreneurship ini pun akan mengundang perwakilan pesantren, sehingga program OPOP yang digulirkan Pemprov Jabar bisa kita sosialisasikan.

Selain itu, menurutnya kader-kader GPII di Jabar ini banyak lulusan pesantren, sehingga program pemerintah provinsi yang fokus pada pengembangan pesantren di Jabar bisa dibantu oleh kader-kader GPII.