Al Wasliyah Jabar Luncurkan Program Maghrib Mengaji

Jumat, 06-09-2019 20:44 WIB    45 VIEWS
Al Wasliyah Jabar Luncurkan Program Maghrib Mengaji

Bandung, 5 Sepetember 2019 Sejumlah Generasi Muda Al Washliyah Jabar hadir dalam kegiatan Kajian Islam Bulanan yang di Gelar oleh Pengurus Wilayah al Jam'iyatul Washliyah Jawa Barat, Kamis sore 5 September 2019 yg bertepatan dengan tanggal 5 Muharram 1441 H.

Generasi Muda Al Washliyah yang terdiri dari Gerakan Pemuda Al Washliyah, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah, Ikatan Pelajar Al Washliyah, Angkatan Puteri Al Washliyah, Ikatan Sarjana Al Washliyah hingga Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah tingkat Jawa Barat, hadir dalam menyemarakan Kegiatan Perdana Kajian Islam Bulanan Majelis Dakwah PW Al Washliyah Jawa Barat yang di gelar dalam momentum memperingati Tahun Baru Hijriah 1441 dengan tema" Mèmaknai Esensi Hijrah dalam Konteks Perjuangan Washliyah menuju Washliyah Maju Zaman berZaman" di Kantor Al Washliyah Jawa Barat Jalan Merkuri Indah Blok V No 10 Kota Bandung Jawa Barat.

Kegiatan tingkat Provinsi Jawa Barat Al Washliyah yg di gagas oleh Majelis Dakwah Al Washliyah itu akan menjadi kegiatan rutin dan unggulan Al Washliyah Jawa Barat dalam merespon berbagai fenomena kebangsaan dan keumatan yang tengah terjadi, hangat, viral dan membutuhkan respon cepat dari kelembagaan organisasi Al Washliyah. Kajian Islam Bulanan Perdana dengan Narasumber langsung disampaikan oleh KH. Ahmad Aidin Tamim Ketua PW Al Jamiiyatul Washliyah Jawa Barat di rangrakaikan dengan peluncuran Program Maghrib Mengaji Al Jam'iyatul Washliyah Jawa Barat dalam upaya mendukung Program Pemerintah baik Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kota Bandung yang tengah gancar menggelorakan Program Maghrib mengaji di kalangan generasi muda dan anak-anak generasi bangsa.

KH. Ahmad Aidin Tamim mengatakan "bahwa program maghrib mengaji ini sebenarnya tradisi para orang tua kita dari dulu, dan sudah berkembang lama, sejak Islam masuk Indonesia tradisi ngaji maghrib ini sudah menjadi kebiasaan anak-anak zaman dulu, hanya sekarang seiring perkembangan zaman tradisi ini mulai luntur dan bahkan hilang apalagi di kota-kota" kata Ketua PW pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Muqoddas salah satu Pondok Pesantren Besar di Cirebon ini, lebih lanjut KH. Aidin mengatakan "bahwa atas dasar itu Al Jam'iyatul Washliyah yang selama ini fokus di bidang dakwah, pendidikan dan amal sosial merasa terpanggil untuk menghidupkan kembali tradisi "Maghrib mengaji" ini massif di seluruh pelok Jawa Barat, yang secara kebetulan sedang di programkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maka dalam semangat Kolaborasi dan terintegrasi antara Ulama dan Umara dalam Program Maghrib Mengaji ini PW Al Jam'iyatul Washliyah meluncurkan program tersebut mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk selanjutnya diteruskan ke Pengurus-Pengurus Daerah di seluruh Jawa Barat dan Majelis Ilmu serta lembaga pendidikan di Jawa Barat."

Demikian di sampaikan Sarjana lulusan timur tengah tersebut. Lebih lanjut KH. Aidin melanjutkan, "bahwa seperti pengajian hari ini, Kajian Islam Bulanan misalnya yang di gagas oleh PW Al Washliyah tingkat Jawa Barat, merupakan Program yang di adopsi dari Program Daerah Cirebon karena dipandang baik kemudian di tarik ke Jawa Barat, bukan hanya untuk PW tingkar Jawa Barat saja, selanjutnya akan di Instruksikan dan menjadi model ke seluruh PD - PD Al Washliyah di Jawa Barat, dan semoga program ini kuga dapat menginspirasi Pengurus Besar Al Washliyah di Jakarta dan untuk dilanjutkan ke seluruh wilayah di Indonesia.

Program PW al Washliyan Jawa Barat inipun telah menyita perhatian Generasi Muda al Washliyah tingkat Jawa Barat, hampir seluruh organ bagian hadir dan turut ambil bagian dalam kegiatan Al Washliyah tingkat Jawa Barat tersebut. H. Asep Komarudin selaku Ketua PW Ikatan Sarjana Al Washliyah dan juga Sekretaris PW Al Washliyah Jawa Barat diantara yang hadir dalam acara tersebut mengatakan "Kami sangat bangga menjadi bagian Kelurga Besar Al Washliyah, dimana Washliyah sebagai satu-satu Organisasi Ormas Islam yang dilahirkan dikalangan Generasi Muda pada tahun 1930, dan sampai hari ini al Washliyah terus melakukan pengabdian dalam bidang dakwah, pendidikan dan amal sosial tidak pernah surut terus membina kualiatas keimanan dan Ilmu keagamaan anak-anak dan generasi muda bangsa sebagai kelompok terbesar pengisi bangsa ini khususnya dalam mengahadapi bonus demografi beberapa waktu tahun kedepan." "Bangsa ini" lanjut H. Asep Komarudin yang hangat di panggil H. Askom, "Wajah Indonesia tahun 2020 akan sangat ditentukan pertemuan tiga entitas di atas yakni kombinasi antara masyarakat urban, kelas menengah, dan Millennial.

Merekalah yang akan menjadi pelaku utama sejarah Indonesia di masa mendatang, dalam istilah Askom menyebut mereka sebagai “the urban middle-class millennials”. Lebih lanjut H. Askom menambahkan "bahwa perubahan komposisi penduduk kota-desa bukan sekadar perubahan geografis saja, tetapi lebih jauh juga meliputi perubahan budaya, nilai-nilai sosial, perilaku, dan pola pikir." menurut Askom lembih lanjut menyebutkan "Masyarakat urban adalah masyarakat terbuka dan cenderung individualis.

Mau tidak mau, suka tidak suka, nilai-nilai tradisional pelan tapi pasti akan semakin terpinggirkan oleh budaya urban. Masyarakat urban adalah masyarakat yang digerakkan oleh nilai-nilai ekonomi dan waktu karena itu sifat-sifat komunal juga akan tersisih." untuk itu lanjut Askom " Peran Organisasi Islam dalam membentengi Aqidah dan Akhlak generasi Muda agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman dan tradisi Urban Rular merupakan langkah penting untuk ambil bahagian melalui program Kajian Islam Bulanan seperti ini untuk Generasi Muda, dan Program Maghrib mengaji untuk anak-anak valoj generasi bangsa ke depan."

Lebih lanjut H. Askom menyebutkan "dan mengutip pesan M. Natsir pada peringatan 1/4 Abad Washliyah sekitar tahun 1955/1956 menyampaikan bahwa yabg terpenting dalam mewujudkan kemakmuran lahir batin bangsa ini adalah Pembinaan Umat kader-kader bangsa sabagai Pondasi, maka bagaimana pendidikan yang dilaksanakan, dakwah yang di gemakan, koperasi dan usaha-usaha keumatan yang di gulirkan hendaklah diarahkan pada Pembinaan Umat sebagai pondasi bangsa dan agama sehingga kader-kader generasi bangsa memilki kesiapan dalam menghadapi tantangan Zaman." Al Jam'iyatul Washliyan Jawa Barat juga di samping meluncurkan 2 program Kajian Islam Bulanan dan Program Maghrib Mengaji juga merancang program-program lain yang lebih lanjut akan di tetapkan dalam Rapat Kerja Wilayah mendatang serta menyambut Milad Washliyah Tahun 2019 pada 30 November mendatang. ***