Program Kartu Prakerja Bukan Solusi

Kamis, 23-04-2020 10:12 WIB    98 VIEWS
Program Kartu Prakerja Bukan Solusi

WARTABANDUNG.COM: Pelajaran bagi kita bahwa negara gagap menghadapi pandemi Covid-19. Diawali statement para menteri yang menyepelekan wabah penyakit Corona, hingga akhirnya salah satu menteri tertular Covid-19, lalu penanganan terkesan sangat reaktif.

Pandemi Covid-19 ini menyebabkan krisis multidimensi, terutama krisis ekonomi. Baru beberapa minggu masa social distancing, ribuan buruh di-PHK dan banyak usaha gulung tikar. Rakyat dijanjikan bantuan, sayang bantuan ini tak seindah janjinya, di tataran teknis sulit realisasinya.

Ketidaksiapan negara diperparah dengan sikap staf khusus (millenial) Presiden. Ada yang cari panggung melabrak organisasi dan administrasi negara, ada pula yang terjebak konflik kepentingan proyek/program Kartu Prakerja yang bernilai anggaran cukup fantastis, sangat tidak etis karena salah satu staf khusus Presiden merupakan CEO perusahaan mitra program tersebut. Tentunya, ini sangat naif dan memperburuk citra generasi millenial.

Anggaran program Kartu Prakerja sangat besar hingga 20 T, dan alokasi 5,6 T digunakan untuk membayar biaya pelatihan online, biaya ini dinilai cukup mahal hanya untuk pelatihan online, padahal pelatihan semacam ini bisa diakses secara gratis. Program ini sangat menghamburkan anggaran secara berlebihan.

Program ini dipercepat di masa pandemi Covid-19 untuk menanggulangi masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena terdampak wabah ini. Namun, apakah ini yang dibutuhkan masyarakat? Tentunya, dengan anggaran sebesar itu hanya akan jadi program yang sia-sia, hanya penghamburan anggaran yang menguntungkan segelintir orang. Program ini bermasalah, apalagi program ini dilakukan tanpa melalui tender.

Menghadapi pandemi Covid-19, masyarakat dihadapkan dalam kondisi sulit, selain rawan miskin, masyarakat juga rawan kelaparan. Kebutuhan mendesak masyarakat bukan seperti program yang ditawarkan Kartu Prakerja. Masyarakat lebih membutuhkan bantuan langsung, alangkah baiknya jika anggaran Kartu Prakerja bisa dimanfaatkan menjadi bantuan langsung tunai untuk yang kehilangan pekerjaan atau kena PHK.

Pemerintah sebaiknya menghentikan program Kartu Prakerja, selain kurang efektif program ini hanya membuang anggaran yang tidak relevan dengan program antisipasi dampak wabah Covid-19. Segera evaluasi dan gunakan anggaran untuk kebutuhan riil masyarakat.

Irwan Sholeh Amir
Ketua Umum PW GPII Jabar