Guru Honorer ini Terharu diberi THR oleh Pena Bakti Institute

Minggu, 24-05-2020 19:55 WIB    127 VIEWS
Guru Honorer ini Terharu diberi THR oleh Pena Bakti Institute

WARTABANDUNG.COM: Lembaga pemberdayaan dan kebijakan pendidikan Pena Bakti Institute membagikan THR kepada guru honorer yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan hari raya lebaran Idul Fitri, Minggu (24/5).

"Pembagian THR bertujuan agar guru-guru kita dapat merasakan kemenangan dan kesejahteraan bersama sebagai komitmen gotong royong kita sebagai anak bangsa," Ujar Direktur Eksekutif Pena Bakti Institute Tanzilal Wanda.

Lebih lanjut Wanda menjelaskan THR ini merupakan hasil donasi bersama, yang dilakukan sejak 17-23 Mei lalu. Donasi tersebut terkumpul sebanyak 9 juta rupiah, yang terdiri dari donasi saat kajian pendidikan dan donasi langsung melalui Pena Bakti Institute. Hasil donasi langsung dibagikan kepada 33 orang guru honorer yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan.

"Dalam pembagian, kami melakukan beberapa tahap di antaranya masyarakat dapat mengajukan guru honorer yang layak diberikan THR, kemudian kami melakukan verifikasi, setelah itu baru tim kami menyalurkan THR kepada guru honorer terpilih masing-masing 250 ribu," lanjut Wanda.

Guru honorer yang diberikan donasi di antaranya adalah Pak Epok Komarudin, seorang guru Madrasah Diniyah di Warudoyong, Kota Sukabumi. THR disalurkan langsung pada malam takbiran. Epok merupakan guru honorer yang sudah lama mengabdi, di saat Covid 19 Epok kehilangan pekerjaan dan kesulitan untuk membiayai keluarga.

"Terimakasih kepada Pena Bakti Institute dan seluruh donatur yg telah memberikan bantuannya. Semoga para donatur diberkahi selalu rezekinya, serta agenda Pena Bakti Institute kedepan selalu dilancarkan," ujar Epok.

Dari pantauan tim Pena Bakti Institute Sarah Rahmawati, setelah program penyaluran THR untuk guru honorer, dapat dirasakan bahwa mereka sangat membutuhkan bantuan dan apresiasi. Pada masa pandemi ini banyak mereka sama sekali tidak mendapat gaji. Meski santunan yg diberikan tidak besar, mereka merasa sangat terbantu dan sangat berterima kasih.

"Itu yg membuat hati terenyuh dan ikut bahagia. Karena ternyata kebahagiaan itu adalah memberi kebahagiaan untuk orang lain," ujar Sarah.