Tolak RUU HIP, Parmusi Kota Bandung: Bahayakan Keutuhan NKRI

Senin, 06-07-2020 06:34 WIB    117 VIEWS
Tolak RUU HIP, Parmusi Kota Bandung: Bahayakan Keutuhan NKRI

WARTABANDUNG.COM - - Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Ulama dan Tokoh Jabar kembali melakukan aksi dan orasi di depan Gedung Sate Kota Bandung terkait penolakan RUU HIP dan upaya kebangkitan paham komunisme, Ahad (5/7/2020). Orasi sendiri dilakukan oleh perwakilan massa baik dari ormas Islam, LSM, OKP maupun tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula perwakilan Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kota Bandung yang membawa massanya menyampaikan aspirasinya. Menurut Budi Jovi Suharja selaku Sekjen Parmusi Kota Bandung menyampaikan bahwa RUU HIP ini sangatlah bermasalah karena digadang-gadang akan merubah landasan negara dengan di perasnya Pancasila, menjadi Trisila yaitu Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

“Kemudian diperas lagi menjadi Ekasila yaitu Gotong royong, dan yang paling berbahaya adalah, RUU HIP ini tidak meletakan TAP MPRS XXV Tahun 1966 di RUU nya tentang pelarangan PKI di Indonesia, “ungkap Budi

Menurutnya hal ini menjadi permasalahan serius terutama dikalangan umat Islam yang secara historis pernah menjadi korban kekejaman PKI baik secara mental yakni teror maupun korban secara fisik yakni terjadinya pembantaian terhadap ulama dan ummat Islam.

“Kalau kita jeli, hingga saat ini pun kekejamannya terus bergulir hanya saja dengan berbagai macam metode dan bentuk yang berdampak terhadap rusaknya akidah generasi muda maupun penyelewengan sejarah bangsa Indonesia dimana PKI tidak bersalah. Padahal berulangkali melakukan kudeta,”imbuh Budi.

Untuk itu Budi menegaskan bahwa Parmusi Kota Bandung menuntut pembahasan dan sekaligus memastikan RUU HIP ini tidak akan menjadi Undang-Undang, serta mengusut konseptor yang menginisiasi RUU HIP.

“Tolak total RUU HIP dan tidak ada kompromi lagi. Kita akan kawal terus, jangan sampai istilah ‘RUU HIP ditunda’ hanya akan mengelabui masyarakat khususnya kaum muslimin,”pungkasnya.

 

Usai mendengarkan orasi di depan Gedung Sate, massa aksi melanjutkan longmarch dengan menyusuri jalan-jalan protokol di Kota Bandung dan berakhir menjelang Maghrib di depan Gedung Merdeka jalan Asia Afrika. [ ]

 

Rep: iman

Editor: admin