Kaca Masjid Nurul Jamil Dago Pecah Diserang Orang

Rabu, 23-09-2020 12:14 WIB    85 VIEWS
Kaca Masjid Nurul Jamil Dago Pecah Diserang Orang

WARTABANDUNG.COM  - - Seorang pemuda berusia 23 tahun yang mengaku bernama Deden asal Garut mengamuk dan memecahkan dinding kaca masjid Nurul Jamil Jl.Bukit Dago Selatan I Kota Bandung, Rabu (23/9/2020). Selain dinding kaca masjid, ia juga melempar jendela ruang sekretariat dan ruang marbot.

“Kejadiannya tepat pukul 06.00 tadi pagi secara tiba-tiba. Mengaku bernama Deden asal dari daerah Garut,”ungkap H.Imron Rosyadi selaku sekretaris masjid Nurul Jamil dilokasi.

Imron menjelaskan pelaku memecahkan dinding kaca masjid menggunakan batu bata yang diambil dari halaman masjid.

“Setelah melempar dinding kaca masjid, pelaku berusaha mengejar saya dan Arif (marbot masjid red). Saya lari ke ruang sekretariat dan dia memecahkan kaca jendala,”terang Imron.

Setelah itu, sambung Imron, pelaku mengejar Arif yang berada di ruang marbot kemudian memecahkan kaca ruang marbot juga.

Imron sendiri tidak mengetahui pasti motif pelaku melakukan pengrusakan dan menyerang dengan tiba-tiba.

“Waktu menyerang dia sambil teriak,”keluar, saya bunuh” berulang kali. Saya sendiri takut,”ujarnya.

Setelah memecahkan kata-kaca masjid pelaku lari ke jalan dan sempat memukul dan melempar batu bata ke pesepeda yang sedang melintas.

“Kalau tidak salah kena punggungnya,”imbuh Imron.

Imron menceritakan bahwa pelaku baru pertama ke masjid Nurul Jamil. Menurut Imron pelaku mempunyai saudara di dekat masjid Nurul Jamil.

“Dia baru pertama ke masjid sini, katanya punya saudara di dekat sini tapi belum saya tanyakan. Dalam tasnya juga dia membawa ijazah dan sertifikat tanah,”jelasnya.

Atas kejadian tersebut menurut perkiraan Imron kerugian atas pecahnya kaca-kaca masjid sekira Rp.5 jutaan. Imron sendiri belum berani menyimpulkan pelaku seorang gila atau mengalami gangguan kejiwaan.

“Saya tidak tahu pasti karena belum ketemu dan ngobrol dengan keluarganya. Biar yang berwenang dan pihak yang berwajib saja yang menangani,”ujarnya.

Imron menjelaskan saat pelaku ditangkap dan diamankan warga, pelaku mengaku orang gila.

“Kalau tadi pas ditangkap, dia ngakunya orang gelo (gila, red),”terangnya.

Namun Imron mengaku bahwa selama ini masjidnya pernah didatangi orang gila atau orang yang mengalami gangguan kejiwaan (stress) tetapi tidak sampai merusak apalagi menyerang.

“Paling mereka hanya numpang mandi, minta makan dan minta uang setelah itu pergi. Ini baru kejadian pertama kali,”jelasnya.

Selaku pengurus masjid Imron mengaku akan segera bermusyawarah dengan pengurus yang lain. Untuk pelakunya sendiri sepenuhnya Imron menyerahkan penanganannya kepada aparat kepolisian. Pelaku sendiri saat ini sudah diamankan di Mapolrestabes Bandung. [ ]