PN Bandung Sidangkan Kasus Penistaan Agama

Kamis, 22-10-2020 18:39 WIB    183 VIEWS
PN Bandung Sidangkan Kasus Penistaan Agama

WARTABANDUNG.COM - - Kasus penistaan ajaran Islam dengan terdakwa Ir Darmawan memulai babak baru. Pengadilan Negeri (PN) Kota Bandung mulai melakukan persidangan perdana kasusnya Kamis (22/10/2020).

Dalam persidangan perdana tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga orang saksi untuk dimintai keterangan. Mereka Roinul Balad, Kanighia serta Ahsa. Oleh Majelis Hakim ketiganya dimintai keterangan terkait pelaporan terhadap Darmawan pada 8 Agustus 2020 yang lalu.

Dalam menjawab pertanyaan Eri Irawan SH selaku Hakim Ketua terkait alasan pelaporannya, Roinul Balad menerangkan bahwa perbuatan terdakwa (Darmawan) dengan membuat konten video yang berjudul “Mengorbankan Hewan Tidak Berdosa” serta “Buang Islam dari Indonesia” sangat melukai dan menyinggung perasaan Islam di Indonesia.

“Sebenarnya bukan hanya dua video itu saja melainkan ada banyak, setidaknya saya sendiri sudah menonton delapan video yang kesemuanya penistaan terhadap ajaran Islam,”jelas Roin dihadapan Majelis Hakim.

Selain itu, imbuh Roin, apa yang dilakukan terdakwa dalam video-video tersebut berpotensi dapat menimbulkan permusuhan, konflik horizontal dan disintegrasi bangsa mengingat terdakwa sendiri non muslim dan menistakan ajaran Islam.

“Sebagai muslim dan sebagai warga Negara Indonesia tentu saya tersinggung dan tidak terima dengan ungkapan terdakwa yang kemudian diungah dalam video kemudian tersebar luas. Kita sendiri tahu bahwa mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam maka dengan ucapan terdakwa “Buang Islam dari Indonesia” itu sangat berbahaya bagi NKRI,” imbuh Roin yang juga sebagai Ketua Harian Dewan Dakwa Jabar tersebut.

Ia pun berharap terdakwa dapat dijatuhi hukuman maksimal atau seberat-beratnya sesuai aturan hukum yang ada. Sebab, sambungnya, agar bisa menimbulkan efek jera bagi yang bersangkutan dan siapa pun pelaku penista agama Islam khususnya di Indonesia.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martahan Napitupulu SH, membacakan sejumlah judul video yang diunggah tersangka yang mengandung unsur SARA. Menurut JPU ada 14 video yang mengandung pelanggaran UU ITE dan pasal 156a KUHP tentang penistaan agama. Dalam dakwaan, tersebut disebutkan terdakwa Ir Darmawan telah melanggar pasal 45 UU ITE dan pasal 156 a KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.

Sidang tersebut digelar di Ruang Utama PN Bandung Jl.RE.Martadinata Kota Bandung. Namun sayangnya terdakwa Ir Darmawan tidak bisa dihadirkan dipersidangan dan sidang dilakukan dengan video conference dari Rutan Kebonwaru tempat terdakwa ditahan.

Rencananya sidang lanjutan akan berlangsung Kamis depan (5/11/2020) dengan agenda mendengarkan keterangan ahli yang akan dihadirkan oleh JPU. [ ]

 

Redaksi: admin