Kericuhan di Stadion Kanjuruhan, 131 Orang Meregang Nyawa

WARTABANDUNG.COM, Malang: Sebanyak 131 orang tewas dalam kerusuhan yang pecah seusai pertandingan derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kerusuhan suporter pecah dalam laga yang digelar dalam rangkaian laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 ini. Dugaan sementara, para korban terinjak-injak supporter lain, serta sesak nafas akibat semprotan gas air mata jajaran keamanan.

Kericuhan terjadi setelah para suporter turun ke lapangan karena tidak terima atas kekalahan tim Singo Edan dalam menjamu Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Mereka tampak tidak terima dan merangsek turun ke lapangan, meloncati pagar. Jajaran pengamanan pun terlihat kewalahan menghalau kericuhan tersebut. Puncaknya, pihak keamanan menembakkan gas air mata ke kerumunan suporter tersebut.

Wagub Jatim Emil Dardak menyampaikan data sementara dari Dinkes Malang terkait tragedi Kanjuruhan. Emil mengatakan korban tewas berdasarkan data Dinkes Malang sebanyak 131 orang.

“Betul, ini (data Dinkes Malang) lebih valid untuk sementara waktu,” jelas Emil dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

Menurut Emil, data korban jiwa yang valid adalah milik Dinkes Kabupaten dan Kota Malang, yakni 131 korban jiwa.

Emil kemudian menerangkan soal perbedaan data antara BPBD dan Dinkes Malang. Dia menyebut perbedaan data jumlah korban karena ada potensi data ganda.

“Tadi saya dikutip menyampaikan data BPBD, tapi setelah saya cek ada potensi data ganda atau double counting karena ada korban jiwa yang tidak teridentifikasi, maka bisa double entry dari sumber-sumber yang berbeda yang direkap BPBD,” kata Emil.

Emil sebelumnya menyampaikan, berdasarkan data BPBD Jatim, korban tewas tragedi Kanjuruhan sebanyak 174. Namun data Dinkes menyatakan korban jiwa sebanyak 131 orang.*(Redaksi)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *