oleh

Precision Farming, ngajar di ITB tapi mahasiswa bisa dari se-Indonesia

Wartabandung.com – ITB menugaskan beberapa dosen untuk program MBKM (merdeka belajar dan kampus merdeka), dimana siapa pun mahasiswa se-Indonesia yang tertarik, bisa mengambil sks di ITB di semester ini. Salah satu mata kuliah yang diminati dan diharapkan menjadi solusi untuk pertanian di Indonesia adalah Precison Farming.

Matakuliah 2 SKS dengan kode BA-4111 Precision farming diampu oleh trio dosen Acep Purqon, Ramadhani Eka putra, dan Aos. Mahasiswanya terbuka untuk seluruh Indonesia. Misal saat ini mahasiswanya selain dari ITB, ada dari Universitas Hasanudin makasar, Universitas Jember, Universitas Trunojoyo, universitas Tanjung Pura, universitas Jambi dll.

“Kelas kami ramai dengan ide-ide project yang menarik karena dihadiri beragam mahasiswa se-Indonesia dengan keunikan microclimate masing-masing daerah. Antar daerah di Indonesia juga punya keunikan masing-masing dan menjadi kekayaan nusantara, misalnya pada ethnofarm.”, ujar Acep. Beberapa idenya bisa berlanjut menjadi startup, kerjasama dengan perusahaan, kerjasama dengan pemda dll.

Bagaimana kita bisa bersahabat dengan tanaman dan faham kebutuhan presisinya. Mahasiswa jadi tahu ada banyak persamaan matematika yang unik untuk masing-masing jenis tanaman. Hal ini semakin menyadarkan perlakuan khusus masing-masing tanaman terutama untuk beberapa jenis tanaman sangat berbeda antara subtropis dan tropis. Khas tropis ini harus menjadi teknologi dan kekuatan penelitian-penelitian farming khas tropis untuk rekayasa biomasa.

Baca Juga: Sebanyak 633 Mahasiswa Baru STIE Ekuitas Resmi Dilantik

Precision farming ini bukan hanya pertanian, tapi semua budidaya yg menghasilkan biomasa termasuk budidaya unggas, ikan dll sebagai bagian integrated farming (pertanian terintegrasi). Precision farming menjadi ide penting termasuk kebutuhan air yang presisi baik individu dan ekosistem, termasuk pemahaman perilaku lebah dll. Indonesia harus menjadi raja rekayasa pertanian tropis.

Sistemnya adalah service bukan eksploitasi. Jadi bukan sekedar mengambil, tapi bagaimana harmonisasi alam sebagai open system dalam bentuk termodinamika dan entropi yang harmonis. Jika kita bisa men-service alam dg baik, maka alam akan memberi service lebih baik lagi untuk kita. Sebelum campur tangan manusia, alam tuh sudah menservice diri sendiri dengan baik termasuk hutan-hutan indah.

Precision farming ini bagaimana mengoptimumkan sumber daya sehingga meningkatkan produksi biomassa namun juga mengurangi dampak lingkungan dengan pendekatan green technology.

Precision farming ini diharapkan bisa meningkatkan GDP apalagi teknologi berkembang pesat di era revolusi industri 4.0 ini yang ditunjang dengan teknologi Artificial intelligence, robotics, internet of things (IoT) dll. Kebutuhan presisi menjadi penting terutama untuk daerah-daerah terbatas air dan juga terbatas lahan seperti pertanian kota (urban farming).

Admin
Author: Admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed