oleh

Ridwan Kamil Sebut Jumlah Bencana Alam di Jabar Lebih dari 2.000 Laporan

WARTABANDUNG.COM, Bandung: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan lebih dari dua ribu laporan kebencanaan terjadi hingga November 2021. Bahkan, jumlah tersebut disinyalir akan bertambah menjelang akhir tahun, dengan terjadinya cuaca ekstrem hampir di seluruh wilayah Jabar.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku, Jabar memiliki keindahan alam serta potensi untuk disektor wisata. Namun di sisi lain, keindahan alam tersebut pun memiliki potensi bencana dan kini telah ditetapkan siaga bencana hingga April 2022.

“Secara hikmah dibalik keindahan Jabar yang luar biasa terkandung potensi kebencanaan yang memang dari catatan dari tahun ke tahun jumlah dinamika alam ini menyesuaikan diri. Kurang lebih di atas 1..500 sampai 2.000 laporan kebencanan,” ujar Emil usai apel siap siaga kebencanaan di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021).

Kang Emil menuturkan, banjir dan longsor mendominasi bencana di Jabar hingga kini. Pihaknya pun terus melakukan upaya mitigasi bencana dan memetakan kawasan yang kerap terjadi bencana.

“Jabar tengah ke utara sifatnya banjir. Jabar tengah ke selatan sifatnya longsor. Karena BMKG sudah berikan warning berupa prediksi cuaca musim hujan yang sesekali curah sangat ekstrem akan terjadi sampai Desember dan Januari maksimal,” bebernya.

Baca Juga: Pemkot Bandung Incar Lahan Eks TPA Leuwigajah Untuk Pemanfaatan Lahan

Kang Emil menegaskan, semua pihak harus turut terlibat dalam siap siaga bencana mulai dari personel hingga peralatan. Bahkan antisipasi untuk membangun dapur umum pun telah disiapkan jika terjadi bencana yang berdampak sangat besar terutama bagi masyarakat.

“Sekarang penguatan semangat dari pasukan yang tadi lihat bahwa jabar pasukan kebencanan siap, ada peralatan baru dari mulai dapur umum sangat canggih dari Kodam melengkapi dapur umum yang sudah ada dari institusi dan kepolisian, Basarnas, Dinsos dan lain-lain,” kata Kang Emil.

Bahkan diakui Emil, saat ini Jabar telah memiliki alat yang bisa mensterilkan air sungai menjadi air sial minum yang dipersiapkan di titik-titik terjadinya bencana.

“Ketika di titik kebencanan butuh air bersih memadai kita ada mobil air dan ada anjing pelacak alat selam dan sebagainya,” tutupnya.*(Redaksi)

Redaksi
Author: Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed