WARTABANDUNG.COM, Bandung: Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan meminta Pemerintah Kota Bandung mengefektifkan fungsi komunikasi dan koordinasi kepada aparat kewilayahan agar program dan rencana kerja tersampaikan ke masyarakat.
Jika informasi belum masif diterima warga secara merata, target program kerja dan sosialisasi aturan termutakhir dari Pemkot Bandung sulit tercapai.
Hal itu diungkapkan Tedy saat berbicara sebagai narasumber acara Bandung Menjawab gelaran Pemkot Bandung bersama Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran Yogi Suprayogi, dengan topik “Evaluasi dan Proyeksi Pembangunan 2022,” di Taman Radio, Jalan Dago, Bandung, Selasa (4/1/2022).
“Kelurahan dan kecamatan yang harus terdepan mengabarkan dan menyerap komunikasi, yang seperti air bah dari Pemkot Bandung. Setiap pencapaian, penghargaan, program pemerintah itu harus terasa oleh warga. Jadi Plt tidak perlu lagi turun ke bawah kalau kewilayahan sudah menjalankan setiap koordinasi dari pemkot,” ujar Tedy.
Dengan memperkuat fungsi desentralisasi di tingkat kecamatan dan kelurahan, Tedy meyakini optimalisasi program dapat lebih terasa. Bersama gencarnya peran kelurahan, program yang telah dirancang dengan matang oleh Pemkot Bandung bisa diserap hingga ke level RW dan RT.
Tedy juga meminta Pemkot Bandung membuka kembali ruang-ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Bandung, seperti yang pernah gencar dilakukan di masa-masa terdahulu. Dengan jumlah kampus yang melimpah, mahasiswa bisa melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat di wilayah-wilayah Kota Bandung.
“Kolaborasi harus terus diedunkeun, ditingkatkan. Bandung itu Kota Pendidikan, banyak sekali perguruan tinggi. Kita berharap perguruan tinggi bisa berkolaborasi lagi bersama pemkot, bisa berkontribusi lebih masif. Bisa dengan 1 jurusan kampus 1 RW untuk membina warga. Jadi forum RW, RT, PKK berkolaborasi dengan mahasiswa,” pungkas Tedy.*(Redaksi)














